Warga Malaysia pada Jumat (4/9) geruduk depan KBRI Kuala Lumpur. Bukan ribut biasa, mereka protes kabut asap karhutla dari Kalimantan dan Sumatra yang bikin udara di negeri jiran masuk kategori “sangat tidak sehat”.
Aksi ini digelar Greenpeace Malaysia bareng Himpunan Advocacy Rakyat Malaysia (HARAM). Poster-posternya nyentil banget seperti “Can’t breathe”, “Belum merdeka dari jerebu”, sampai “Name them, show the evidence, take action”. Ada juga yang teriak “Tolak, tolak asap!” dan “Tolak, tolak jerebu!”
Intinya mereka minta pemerintah Indonesia buka-bukaan trntang lokasi kebakaran, titik panas, plus nama 19 perusahaan konsesi yang lagi diselidiki karena lahannya terbakar sekitar 11.047 hektare. Ada juga 42 perusahaan yang dinilai berisiko tinggi kebakaran, tapi identitasnya belum diumumkan ke publik.
Mereka nggak cuma nyalahin Indonesia. Campaign lead Greenpeace Malaysia, Heng Kiah Chun, bahkan bilang masyarakat Indonesia juga ikut menderita. Yang mereka mau justru bukti dibagikan ke Malaysia lewat mekanisme ASEAN atau jalur bilateral, biar kalau ada perusahaan Malaysia atau rantai pasoknya yang terlibat, bisa ditindak di sana.
Kabut asap ini sudah merambah Malaysia, Singapura, bahkan Filipina. Di Sarawak sempat IPU tembus level berbahaya. Jadi bukan cuma urusan asap, tapi juga soal keterbukaan dan tanggung jawab lintas negara.
Sumber: PortalJTV | Warga Malaysia Gelar Demo di Depan KBRI, Soroti Kabut Asap Kalimantan | Redaksi | 4 September 2026 | *ilustrasi AI

Leave a comment