Sungai Hitam Pekat Selama 20 Tahun Lebih! Warga Kesulitan Pakai Air dan Protes Belum Digubris

Published on

in

Bayangkan rasanya tinggal di dekat aliran sungai yang airnya berwarna hitam pekat setiap hari dengan bau menyengat yang masuk sampai ke dalam rumah, dan situasi ini sudah terjadi selama lebih dari dua dekade. Kondisi tersebut dialami oleh masyarakat di sepanjang Sungai Cilamaya, yang mengalir dari Kecamatan Campaka di Purwakarta, melintasi Subang, sampai ke Bendung Barugbug di Karawang.

Pada era 1990-an silam, air sungai tersebut masih jernih dan diandalkan untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci, serta mengairi area persawahan, sementara ikan-ikan dapat hidup dengan bebas. Sekarang, airnya sama sekali tidak bisa disentuh. Berbagai aksi unjuk rasa telah dilakukan warga berulang kali, namun belum tampak adanya langkah nyata. Ketika musim kemarau datang, situasinya bertambah buruk di mana aroma menyengat tercium mulai subuh hingga pagi hari, sehingga warga mengalami kesulitan bernapas serta beraktivitas di luar rumah.

Masalah ini disebabkan oleh beberapa faktor. Pencemaran didominasi oleh limbah rumah tangga yang mencapai sekitar 60 persen dari total polusi, sementara tingkat konsentrasi zat beracun tertinggi bersumber dari limbah pabrik yang dibuang langsung ke badan sungai tanpa melalui proses pengolahan yang memadai. Sungai Cilamaya sendiri memiliki bentangan sekitar 97 kilometer, melewati tiga wilayah kabupaten serta menopang kehidupan dari ratusan ribu orang. Padahal, perairan ini sekarang tercatat sebagai satu dari tujuh sungai utama di Jawa Barat yang mutu airnya sudah tidak berfungsi lagi.

Akibatnya bukan sekadar masalah bau tidak sedap. Banyak ikan ditemukan mati secara massal, sektor pertanian terancam bahaya, dan penduduk di kawasan hilir, khususnya sekitar Bendung Barugbug, menjadi pihak yang paling parah menanggung akumulasi pencemaran tersebut. Harapan warga, pemerintah serta berbagai perusahaan yang membuang limbah dapat mengambil tindakan tegas. Akan tetapi, hingga saat ini air sungai tetap berwarna hitam, bau busuk masih tercium, dan sungai yang dulunya diandalkan kini tinggal kenangan pahit. Kapan masalah ini benar-benar diselesaikan?

Sumber: Kompas | Menyusuri Pekatnya Sungai Cilamaya dari Purwakarta Hingga Bendung Barugbug Karawang | Agus Susanto | 07 Okt 2026
*ilustrasi AI

Leave a comment