Suhu di Jakarta akhir-akhir ini terasa begitu gerah, ya? Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama BPBD DKI Jakarta pun menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada 21-25 Oktober 2026 demi menekan polusi udara sekaligus membuat temperatur Ibu Kota lebih bersahabat.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk kerja sama dalam mitigasi bencana hidrometeorologi serta pengendalian polusi udara. Alih-alih hanya menunggu hujan turun secara alami, mereka berupaya memancing awan dengan cara menaburkan garam ke udara.
Sampai 23 Oktober, BMKG telah menyebar 4.000 kilogram atau 4 ton garam jenis NaCl lewat empat kali penerbangan. Armada pesawat Cessna Caravan C208B mengudara pada ketinggian 10.000 hingga 11.000 kaki. Sorti pertama menyasar wilayah potensial di Jakarta Selatan, Bekasi, Depok, serta Bogor, sementara sorti kedua dipusatkan ke kawasan Bogor. Alhasil, hujan sempat terpantau mengguyur sebagian wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.
Meski demikian, pihak BMKG mengingatkan bahwa metode modifikasi cuaca ini sifatnya hanyalah penunjang, di mana tingkat keberhasilannya sangat bergantung pada kondisi alam. Yang paling utama tetaplah menekan emisi polusi langsung dari sumbernya, walau setidaknya langkah ini memberi angin segar bagi warga yang mendambakan udara Jakarta lebih sejuk.

Leave a Reply