Satu Keluarga Asal Kediri Jadi Penumpang Virgo Transport 8 yang Hilang di Laut Jawa

Published on

in

Kediri – Satu keluarga asal Kelurahan Bujel, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, menjadi penumpang KMP Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa sekitar Masalembo, Minggu (13/9/2026) dini hari. Empat anggota keluarga tersebut hingga Senin (14/9/2026) masih dalam pencarian.

Keempatnya yakni Winarsih (48), Ermanto (41), Amelia Elsa Mahera (16), dan Kayla Ermania Rizky (6).

Lurah Bujel I Wayan Yudiana mengatakan pihak keluarga masih menunggu perkembangan proses pencarian. Hingga kini, belum ada informasi mengenai keberadaan keempat warga tersebut.

“Informasi tadi yang ada keluarga yang sempat WA ke yang di Surabaya belum ada ditemukan lagi. Masih proses pencarian seperti itu,” katanya saat dikonfirmasi.

Wayan menuturkan, informasi mengenai kecelakaan kapal tersebut pertama kali diketahui keluarga setelah tim identifikasi Polres Kediri Kota mendatangi rumah Winarsih pada Minggu sekitar pukul 21.00 WIB.

“Jadi kemarin malam mungkin sekitar jam 21.00 WIB, tim Polres Kediri Kota mendatangi pihak keluarga korban dan mengatakan bahwa kapal Virgo tenggelam. Salah satu keluarga, atas nama Winarsih, masuk dalam manifes yang ada di kapal tersebut beserta suaminya dan dua orang anaknya,” terangnya.

Menurut Wayan, Winarsih bersama suami dan kedua anaknya berangkat dari Kediri menuju Banjarmasin pada Jumat (11/9/2026).

Mereka berangkat untuk menemui seorang teman Winarsih yang sebelumnya pernah bekerja bersamanya sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri. Keluarga tersebut juga berencana menjajaki kemungkinan merantau dan mencari penghidupan di Banjarmasin.

“Ini mungkin untuk semacam penjajakan seperti itu karena saat ini mungkin beliau merasa usahanya di Kediri yang begitu lancar seperti itu. Terus ada kesempatan atau tawaran dari temannya untuk mencoba mengadu nasib di Banjarmasin seperti itu,” jelasnya.

Selama tinggal di Kelurahan Bujel, Winarsih bersama suaminya diketahui menjalankan usaha berjualan makanan menggunakan rombong.

Di lingkungan tempat tinggalnya, Winarsih dikenal sebagai sosok pekerja keras dan aktif mengikuti berbagai kegiatan warga. Ia bahkan masih mengikuti sejumlah perlombaan dalam rangka HUT Kemerdekaan RI di lingkungan RT beberapa waktu lalu.

“Rajin kok beliaunya. Ikut 17-an kemarin lomba-lomba di RT, ya. Rajin ya, tipe pekerja keras sampai kerja luar negeri seperti itu kan ya, tipe pekerja keras, Mbak ini,” katanya.

Rumah keluarga Winarsih di Jalan Suparjan Mangun Wijaya Nomor 114, Kelurahan Bujel, kini tampak sepi. Sebagian anggota keluarga telah berangkat menuju Surabaya untuk menunggu perkembangan proses pencarian.

Sebelum kehilangan kontak, keluarga Winarsih masih sempat berkomunikasi dengan mereka pada Sabtu malam. Saat itu, mereka mengabarkan perjalanan diterpa cuaca buruk dan ombak besar.

“Malam Minggu kalau enggak salah, masih sempat kontak. Tapi mengatakan kalau di perjalanan itu kena badai seperti itu. Kena apa, ombaknya besar seperti itu,” katanya.

Namun, sekitar pukul 02.00 WIB atau menjelang subuh, keluarga tidak lagi mendapatkan kabar dari mereka.

Kakak Winarsih bersama sejumlah anggota keluarga telah berangkat menuju Pelabuhan Tanjung Perak dengan membawa sejumlah dokumen yang diminta tim identifikasi. Dokumen tersebut antara lain ijazah milik orang tua dan anak-anak serta foto keluarga.

Data tersebut nantinya digunakan sebagai bahan pembanding apabila dalam proses pencarian ditemukan korban yang membutuhkan identifikasi.

“Sementara untuk tes DNA belum dilakukan karena harapannya mungkin dalam waktu dekat ini semua jenazah bisa ditemukan. Nah, kalau misalnya nanti dalam waktu yang agak lama jenazahnya baru ditemukan, kemungkinan secara fisik tidak utuh lagi. Nanti itu baru dilakukan tes DNA. Demikian yang disampaikan dari tim identifikasi,” imbuh Wayan.

Keluarga dan warga Kelurahan Bujel kini berharap Winarsih, Ermanto, Amelia, dan Kayla segera ditemukan dalam kondisi selamat.

“Harapan kita semua semoga keluarga Bu Winarsih bisa ditemukan dalam keadaan selamat,” tandas Wayan. (AB)

Leave a comment


Hey!

Hey there, Kami ingin membangun ruang informasi yang dekat dengan masyarakat, terbuka terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menjadi jembatan antara berbagai peristiwa, gagasan, dan cerita dengan generasi yang akan membentuk masa depan Indonesia.🚀


Join the Club

Stay updated with our latest tips and other news by joining our newsletter.