Yuk, Kenalin Peran Duta Genre Lamongan untuk Jauhi Seks Bebas dan Pernikahan Dini

Published on

in

Lamongan – Para Duta Generasi Berencana (Genre) di Lamongan diminta untuk turun tangan mengedukasi anak muda supaya bisa menghindari seks bebas, nikah di usia dini, serta bahaya narkoba.

Tanggung jawab ini dianggap krusial sebab para Duta Genre bukan cuma sekadar ikon anak muda di kompetisi, melainkan juga figur teladan serta motor penggerak penyuluhan antarteman sebaya.

Bunda Genre Kabupaten Lamongan, Anis Kartika Yuhronur Efendi, menyampaikan kalau para Duta Genre ini diharapkan bisa jadi tempat bertanya bagi para remaja yang menghadapi masalah yang bisa merusak masa depan mereka.

“Jadi bagaimana remaja itu tidak sampai terjerumus pada tiga hal itu. Mereka bisa menjadi tolok ukur atau contoh untuk generasi di masanya,” katanya.

Anis berpendapat, penyuluhan lewat pendekatan sesama teman ini dinilai lebih ampuh agar pesan soal pencegahan seks bebas, nikah dini, serta narkoba gampang diserap oleh kalangan remaja.

Makanya, ajang pemilihan Duta Genre ini melewati tahapan seleksi ketat demi menjaring lima remaja putra dan putri yang dianggap paling siap mengemban tugas tersebut.

Anis juga memastikan kalau pendaftaran ini terbuka luas bagi seluruh anak muda dan sekolah yang ada di Lamongan, serta seleksinya berjalan objektif tanpa memandang latar belakang asal peserta.

“Intinya kita memberikan kesempatan yang sama, tetapi memang kita harus objektif. Jadi tidak kemudian karena di kota bagus, kemudian kita abaikan atau kita bela. Murni berdasarkan seleksi,” tegasnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Lamongan, Aini Mas’idha, menjelaskan bahwa tugas para peserta tidak berhenti begitu saja usai malam pemilihan.

Seluruh peserta bakal dikumpulkan ke dalam suatu komunitas khusus untuk mendapat pembimbingan berkelanjutan dan ikut serta di berbagai acara kepemudaan.

“Pasca ini biasanya memang kita bentuk komunitas. Jadi bukan hanya yang lima ini saja. Mulai seleksi awal kan ada 50 sekian, itu sudah kita buatkan grup. Nanti informasi-informasi akan kami sampaikan dan beberapa kegiatan akan kita libatkan,” ujarnya.

Aini menambahkan, wadah komunitas tersebut berguna untuk mengasah kemampuan peserta sekaligus memotivasi mereka supaya bisa tampil sebagai penggerak bagi remaja lainnya.

“Utamanya sebagai panitia. Jadi mereka harus bisa sebagai pelopor dan sebagai motivator untuk kawan-kawannya. Itu mungkin yang paling penting,” kata Aini.

Lewat peran aktif ini, Duta Genre Lamongan diharapkan tidak cuma mampir di kegiatan seremonial semata, tetapi juga turut ambil bagian dalam mengedukasi serta mendampingi sesama remaja demi mencegah bermacam masalah yang merugikan masa depan.

Leave a comment


Hey!

Hey there, Kami ingin membangun ruang informasi yang dekat dengan masyarakat, terbuka terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menjadi jembatan antara berbagai peristiwa, gagasan, dan cerita dengan generasi yang akan membentuk masa depan Indonesia.🚀


Join the Club

Stay updated berita terbaru kami dengan bergabung newsletter.