Pasar Ngadiluwih Buka 24 Jam Nonstop, Bupati Kediri Mas Dhito Sebut Buka Lapak Buat Pedagang Anyar

Published on

in

Penantian warga serta para pedagang terkait progres perbaikan Pasar Ngadiluwih sebentar lagi tuntas. Proyek renovasi pasar tradisional tersebut kini hampir selesai sepenuhnya. Selain punya tampilan baru, pasar yang siap buka 24 jam ini juga membawa angin segar.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana usai mengecek langsung lokasi pasar pada hari Rabu (14/10). Berdasarkan pantauan perkembangan perbaikan, ia memprediksi Pasar Ngadiluwih bisa diresmikan sekitar bulan November.

“Ini sedang sosialisasi kepada teman-teman pedagang yang selama ini menempati TPPS (Tempat Penampungan Pedagang Sementara),” kata Mas Dhito.

Pasar Ngadiluwih yang diperbaiki pada tahun 2025 akibat insiden kebakaran ini sekarang tampil lebih megah dengan memadukan unsur tradisional, modern, serta budaya. Mencontoh konsep Pasar Wates, nantinya aktivitas di Pasar Ngadiluwih bakal dibagi menjadi tiga shift.

Untuk jadwalnya, sore sampai malam hari khusus pedagang kuliner tambahan, dini hari hingga pagi untuk penjual sayur, serta pagi sampai siang buat pedagang los atau kios. Lewat penambahan jam operasional kuliner ini, Pasar Ngadiluwih tidak cuma menampung pedagang lama saja, tetapi juga memberi kesempatan bagi penjual baru untuk mencari rezeki.

Ditambah lagi, area pasar ini juga menyediakan fasilitas lapak foodcourt yang menyajikan berbagai makanan khas Ngadiluwih dan Kabupaten Kediri.

“Seluruh pedagang yang sudah ada bisa masuk semuanya, total pedagang (termasuk yang masuk daftar tunggu) ada 714 dan lapak yang tersedia 805 (belum termasuk pelataran untuk lesehan),” ungkap Mas Dhito.

Mas Dhito juga menjelaskan, dengan sistem 24 jam penuh, aktivitas perekonomian di Pasar Ngadiluwih dipastikan tetap berjalan pada malam hari. Apalagi area halaman pasar tergolong luas, sehingga mirip dengan Pasar Wates, ada kemungkinan diadakan live music saat jam kuliner.

“Di tahun 2027 pedestarian di depan pasar juga akan kita perbaiki. Dan yang paling penting nantinya tidak ada pedagang yang berjualan di depan pasar, semua masuk ke dalam seperti Pasar Wates,” terang Mas Dhito.

Di sisi lain, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih menjelaskan bahwa renovasi ini sudah mendekati tahap akhir. Sisa pengerjaan yang memiliki bobot cukup besar adalah pemasangan fasad pada salah satu bagian los.

Selain merampungkan bangunan fisik pasar, dinas terkait sedang menjalankan sosialisasi kepada para pedagang dan dilanjutkan dengan proses pengundian lapak yang diagendakan tanggal 27-30 Oktober. Selepas itu, pada bulan Desember seluruh pedagang wajib pindah dan mulai berjualan di tempat yang baru.

Bagi warga yang berminat jualan kuliner di area pelataran, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kediri mempersilakan untuk mendaftarkan diri. Meski begitu, pihak dinas tetap memprioritaskan pemindahan pedagang yang sebelumnya berjualan di depan pasar.

“Kami juga membuka siapa saja yang dari luar mau masuk (berjualan kuliner) ke sini,” tambahnya.

Leave a Reply