Bantu Cek Koperasi Desa Bareng Menko Pangan, Mas Dhito Pastikan Berkas Beres

Published on

in

Ada 78 gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Kediri yang sudah mulai jalan. Selain jadi pusat ekonomi di desa, koperasi ini berfungsi sebagai infrastruktur pemerintah untuk menyalurkan berbagai barang subsidi dan bansos.

Pemkab Kediri konsisten mendukung program strategis besutan Presiden Prabowo Subianto ini. Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyebutkan kalau dukungan tersebut mencakup penyediaan lahan untuk berdirinya gerai-gerai KDKMP.

Mas Dhito juga menegaskan kalau kehadiran KDKMP di setiap desa atau kelurahan tidak dibuat untuk menyaingi usaha milik warga. Koperasi tersebut diposisikan sebagai infrastruktur resmi pemerintah guna menyalurkan produk bersubsidi, contohnya pupuk, elpiji 3 kg atau gas melon, serta aneka kebutuhan pokok lainnya.

“Bukan untuk bersaing, tapi untuk kebutuhan subsidi masyarakat nantinya dicukupi dari koperasi (KDKMP) ini,” kata Mas Dhito seusai mendampingi Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan memantau operasionalisasi KDKMP Sonorejo, Kecamatan Grogol pada Kamis (15/10).

Di samping menyalurkan bantuan subsidi dari pemerintah kepada warga, koperasi ini turut diproyeksikan buat menyalurkan program bansos. KDKMP pun bakal diintegrasikan bersama gerai perbankan serta bantuan permodalan usaha PNM Mekaar yang punya bunga ringan.

Secara keseluruhan di Kabupaten Kediri, dari total 344 desa/kelurahan, sudah ada 343 gerai KDKMP yang pembangunannya rampung 100 persen. Lewat gerai yang telah berdiri ini, pengecekan kelengkapan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) juga menjadi hal penting yang dipastikan.

“Hari ini yang kita cek SLF-nya. Karena ini program prioritas Bapak Presiden, maka segala sesuatu yang berkaitan dengan perizinan dan sebagainya tentu harus tertib, itu pasti,” ungkapnya.

Di sisi lain, Menko Pangan Zulkifli Hasan menyoroti harapan agar keberadaan KDKMP bisa mencegah terjadinya kebocoran pada penyaluran barang subsidi pemerintah. Penyaluran bantuan diyakini bisa lebih tepat sasaran karena langsung diterima oleh masyarakat yang berhak mendapatkannya.

Zulkifli menambahkan, KDKMP tidak cuma menjadi infrastruktur penyaluran bansos seperti PKH serta barang bersubsidi, melainkan berperan pula sebagai offtaker yang siap membeli hasil panen warga desa. Sebagai contoh, jika harga jual gabah tidak sampai Rp6.500 per kg sesuai standar pemerintah, pihak koperasilah yang akan membelinya.

“Ini semualah yang diprogramkan Bapak Presiden agar tiap desa itu ada pusat pertumbuhan ekonomi sehingga desa maju dan berkembang,” terangnya.

Leave a Reply