Penulis novel Hati Suhita, Ning Khilma Anis Wahidah, baru-baru ini memotivasi para siswa SMA Al-Azhar Jember supaya berani menggali potensi serta memperluas wawasan mereka. Pesan tersebut dibagikannya lewat acara Public Lecture yang mengusung tema “Merajut Asa dengan Karya”.
Dalam acara itu, Ning Khilma mengajak anak-anak muda untuk menjadikan karya dan pendidikan sebagai bekal menyongsong masa depan. Menurut pandangannya, semua orang punya peluang setara untuk menggapai kehormatan serta menorehkan jejak lewat karya, sekalipun tidak berasal dari kalangan keluarga terpandang.
Dirinya sempat membagikan kutipan yang menginspirasi langkahnya di dunia menulis, bahwa individu yang bukan keturunan raja ataupun anak ulama besar tetap berpeluang meraih kemuliaan via tulisan. Keseriusan dalam berkarya pun menjadi jalan bagi siapa saja dalam memberikan sumbangsih yang bisa dikenang orang lain.
“Siapa pun kamu, dari mana pun asalmu, kalau mau menulis, kamu akan mendapatkan kehormatan dan kemuliaan,” ungkap Ning Khilma di hadapan para siswa.
Selanjutnya, ia memaparkan empat prinsip yang terinspirasi dari pemikiran Ki Hadjar Dewantara, yakni ngandel, kendel, kandel, dan bandel. Keempat poin tersebut dianggap krusial buat bekal generasi muda dalam membentuk karakter serta menggapai impian mereka.
Ngandel diartikan sebagai memiliki kekuatan spiritual serta keyakinan dengan senantiasa bersandar kepada Allah SWT. Ia mengingatkan bahwa tiap manusia mempunyai bagian keberhasilan, kesempatan, dan waktunya masing-masing. Oleh karena itu, pelajar diminta tidak gampang menyerah kala belum berhasil meraih apa yang diidamkan.
Sementara itu, kendel punya arti berani. Sikap ini dibutuhkan agar terus mau belajar, melanjutkan sekolah, berpikir kritis, berdiskusi, serta menjajal berbagai peluang. Adapun kandel dimaknai sebagai ikhtiar memperkaya pengalaman, wawasan, semangat, serta ilmu. Di sisi lain, bandel mencerminkan sosok yang tangguh, tahan banting, serta tidak gampang menyerah dalam menghadapi segala tantangan.
Ning Khilma turut menyoroti betapa pentingnya pendidikan bagi kaum hawa. Berdasarkan pendapatnya, perempuan wajib terus belajar sepanjang hayat lantaran memegang peran vital sebagai figur pemberi inspirasi dan pengetahuan, baik di dalam keluarga maupun di tengah masyarakat.
“Perempuan tidak boleh berhenti belajar, seumur hidupnya perempuan harus selalu belajar. Perempuan adalah sumber inspirasi dan petunjuk,” tuturnya.
Tak hanya itu, ia turut memotivasi para pelajar agar mengenali bakat serta minat masing-masing, lalu mengasahnya secara sungguh-sungguh sampai menjadi keahlian. Kuliah di perguruan tinggi menjadi salah satu wadah krusial untuk membentuk kapasitas tersebut lewat jalur pendidikan yang mendalam dan terarah.
Di sisi lain, Kepala Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UIN KHAS Jember, Dr. Kun Wazis, mengutarakan bahwa sinergi antara Ponpes Al-Azhar dan UIN KHAS Jember diharapkan makin membuka jalur komunikasi serta memperkuat akses pendidikan tinggi bagi para murid.
Lewat gelaran Public Lecture ini, para siswa bukan sekadar memperoleh suntikan motivasi untuk meneruskan sekolah, melainkan juga dorongan untuk memperkaya pengetahuan, menumbuhkan keberanian, serta melahirkan karya. Semangat “Merajut Asa dengan Karya” hadir sebagai pengingat bahwa masa depan bukan cuma untuk diangankan, melainkan wajib diperjuangkan lewat ketekunan, ilmu, serta keberanian dalam berkarya.
Kepala SMA Plus Al-Azhar Jember, Dra. Hj. Athiyah Arifiana, mengungkapkan bahwa setiap tahunnya ada lebih dari 20 lulusan Al-Azhar yang meneruskan kuliah di UIN KHAS Jember. Para alumni tersebut tersebar di berbagai fakultas serta program studi, sekaligus menjadi wujud nyata keberlanjutan relasi dunia pendidikan antara kedua instansi.
Athiyah yang juga merupakan alumni IAIN Jember berpesan agar para siswa tidak lekas puas dengan pendidikan tingkat menengah. Dirinya mendorong mereka agar melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi sesuai dengan minat, kemampuan, serta cita-cita tiap anak.
“Jangan cukup di SMA saja. Zaman sudah semakin maju. Kalian harus terus berkembang dalam dunia ilmu pengetahuan,” pesannya. (AB)

Leave a Reply