Beny Miftahul Arifin
Insiden kebakaran yang terjadi di TPA Supit Urang pada hari Rabu, 21 Oktober 2026, bukan cuma soal memadamkan api saja, tapi juga jadi ancaman buat keberlanjutan pengelolaan sampah di Kota Malang.
Ada satu hal penting yang mesti lekas dicari tahu: kalau proses pemadaman api makan waktu lama dan operasional TPA terganggu, mau dibawa ke mana ratusan ton sampah warga keesokan harinya?
Tumpukan sampah pasti terus bertambah tiap harinya karena kegiatan rumah tangga, perdagangan, sekolah, sampai sektor ekonomi lainnya tidak pernah libur. Kalau tidak buru-buru diantisipasi, tumpukan sampah bisa pindah dari TPA ke tempat penampungan sementara, bahkan sampai ke permukiman warga.
Makanya, Pemkot Malang dirasa perlu lekas bikin imbauan buat menekan produksi sampah selama masa pemulihan kebakaran ini. Warga diajak buat membatasi pemakaian barang sekali pakai, khususnya plastik dan kemasan yang gak penting, serta mulai pilah sampah dari rumah.
Seruan ini juga harus menyasar sentra perdagangan, pasar, restoran, hotel, dan para pelaku usaha yang tiap harinya menyumbang banyak sampah. Urusan mengurangi sampah adalah tanggung jawab bareng, bukan cuma tugas rumah tangga saja.
Di sisi lain, pihak berwenang wajib menjaga layanan angkut sampah tetap jalan, mengoptimalkan pengolahan sampah organik, serta transparan kasih info seputar penanganan sampah selama darurat. Warga juga diingatkan supaya gak sembarangan buang atau membakar sampah.
Upaya ini memang belum jadi solusi jangka panjang. Tapi, menekan volume sampah yang masuk sistem adalah langkah pencegahan supaya kondisi darurat ini gak merembet jadi masalah lingkungan yang makin parah.
Kebakaran di Supit Urang ini semestinya bisa jadi titik balik buat sadar bareng kalau sampah itu bukan cuma urusan pemerintah setelah dibuang, tapi sudah jadi tanggung jawab tiap orang semenjak sebelum diproduksi.
Pemerintah harus bergerak cepat memadamkan api dan menjaga keselamatan warga. Di sisi lain, masyarakat juga diajak menekan jumlah sampah yang gak perlu. Soalnya, kalau sampah terus menumpuk tanpa kejelasan penanganan, masalah hari ini bakal jadi beban yang jauh lebih berat ke depannya.

Leave a Reply